Mantan pemain belakang Tottenham Hotspur itu mengungkapkan kondisi sebenarnya mengenai lututnya.
Barclays
Ledley King mengungkapkan keinginannya untuk terus melanjutkan karir mendapat halangan tegas dari dokternya. Pasalnya dokternya tak ingin melihatnya kehilangan kaki di usia yang relatif muda.
Atas alasan itulah pemain berusia 31 tahun itu memutuskan untuk mundur dan pensiun di musim ini, meski sebelumnya tak ada kepikiran untuk itu.
"Di awal musim, saya merasakan lutut kiri saya tidak memiliki masalah yang berbeda dibanding lima tahun terakhir dan saya masih bisa terus berkarir," cerita King kepada The Sun.
"Saya sama sekali tak kepikiran untuk pensiun dalam waktu dekat," lanjutnya lagi.
"Lalu, meski saya kesulitan sepanjang musim, target saya bisa kembali pada Mei, membereskan masalah ini di musim panas dan kembali bermain."
Namun, ditambahkan King, kondisi lututnya ternyata lebih parah dari dugaan sebelumnya.
"Dokter bedah mengungkapkan tak ingin melihat saya berakhir dengan pengganti lutut di usia yang masih muda, dan itulah yang bakal terjadi jika saya terus bermain. Saya merasakan lutut saya rasanya bukan main, jadi membantu saya untuk membuat keputusan mudah," ungkap King.
Ditambahkan bek Tottenham Hotspur itu, masalah pada lututnya sudah dirasakan sejak satu dekade silam. Rory Delap menjadi pemain yang memaksanya berkutat dengan cedera lutut sepanjang karirnya.
"Hebatnya saya bisa terus bermain selama ini, yang di luar perkiraan saya," ujar King.
"Saat itu musim pertama saya di Spurs, saya bermain di tengah dan setelah 30 detik, saya dihantam Delap. Saya bisa menyudahi pertandingan, tapi saya kemudian membutuhkan operasi pada lutut kiri saya setelahnya, yang memaksa saya absen enam pekan. Sejak itu saya sering melakukan operasi pada lutut saya," tandasnya.
"Saya sama sekali tak kepikiran untuk pensiun dalam waktu dekat," lanjutnya lagi.
"Lalu, meski saya kesulitan sepanjang musim, target saya bisa kembali pada Mei, membereskan masalah ini di musim panas dan kembali bermain."
Namun, ditambahkan King, kondisi lututnya ternyata lebih parah dari dugaan sebelumnya.
"Dokter bedah mengungkapkan tak ingin melihat saya berakhir dengan pengganti lutut di usia yang masih muda, dan itulah yang bakal terjadi jika saya terus bermain. Saya merasakan lutut saya rasanya bukan main, jadi membantu saya untuk membuat keputusan mudah," ungkap King.
Ditambahkan bek Tottenham Hotspur itu, masalah pada lututnya sudah dirasakan sejak satu dekade silam. Rory Delap menjadi pemain yang memaksanya berkutat dengan cedera lutut sepanjang karirnya.
"Hebatnya saya bisa terus bermain selama ini, yang di luar perkiraan saya," ujar King.
"Saat itu musim pertama saya di Spurs, saya bermain di tengah dan setelah 30 detik, saya dihantam Delap. Saya bisa menyudahi pertandingan, tapi saya kemudian membutuhkan operasi pada lutut kiri saya setelahnya, yang memaksa saya absen enam pekan. Sejak itu saya sering melakukan operasi pada lutut saya," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar